Maksud Federasi KSV ini mendapat tanggapan positif moderator dan pimpinan PMKRI Yogyakarta. Dan dari pertemuan itu dihasilkan dua keputusan lain yaitu :
- Setelah pertemuan tersebut, masing-masing organisasi harus mengadakan kongres untuk membahas rencana fusi.
- Kongres Gabungan antara Federasi KSV dan PMKRI Yogyakarta akan berlangsung di Yogyakarta tanggal 9 Juni 1951.
Dalam kongres gabungan tanggal 9 Juni 1951, kongres dibuka secara resmi oleh PK Haryasudirja selaku wakil PMKRI Yogyakarta bersama Gan Keng Soei yang mewakili Federasi KSV. Diluar dugaan, Kongres yang semula direncanakan berlangsung hanya sehari, ternyata berjalan alot terutama dalam pembahasan satu topik, yakni penetapan tanggal berdirinya PMKRI. Di saat belum menemui kesepakatan, Kongres Gabungan sempat diskors untuk memberikan kesempatan kepada masing-masing organisasi untuk kembali mengadakan kongres secara terpisah pada tanggal 10 Juni 1950. Akhirnya Kongres Gabungan untuk fusi-pun kembali digelar pada tanggal 11 Juni 1950 dan berhasil menghasilkan 14 keputusan yaitu: Federasi KSV dan PMKRI Yogyakarta berfusi menjadi satu sebagai organisasi nasional mahasiswa katolik bernama ”Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia” yang kemudian disingkat PMKRI. Sebutan perhimpunan ini disepakati sebagai pertimbangan agar organisasi baru ini sudah bersiap-siap untuk mau dan mampu menampung masuk dan menyatunya organisasi-organisasi mahasiswa Katolik lain yang telah berdiri berlandaskan asas dan landasan lain, seperti KSV-KSV di daerah-daerah pendudukan Belanda guna menuju persatuan dan kesatuan Indonesia.
Setiap organisasi memiliki visi dan misi, begitu juga organisasi PMKRI yang mempunyai visi dan misi yang berbeda dengan organisasi lain, tetapi mempunyai tujuan yang sama. Seperti yang di kemukakan oleh senior PMKRI angkatan 1995:
Pengurus Pusat PMKRI (PP PMKRI) adalah badan eksekutif PMKRI di level nasional yang bertugas mengkoordinir (mengurus) Cabang PMKRI berikut Calon Cabang PMKRI dan Kota Jajakan PMKRI. Lebih dari itu, PP PMKRI menjadi representasi organisasi dalam hubungan ekternal kekatolikan maupun internal kekatolikan, baik di dalam maupun di luar negeri. Sejatinya, PP PMKRI bukan supra struktur dari DPC PMKRI (Cabang PMKRI), melainkan primus inter pares.
Nama : Senior PMKRI
Umur : 45 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : Hotel Garden Pelece Surabaya
Hari/Tanggal : Selasa/28 Oktober 2008
Pukul : 13.00-16.00 WIB
Subjek Penelitian: duduk-duduk diteras kantor PMKRI
Setiap organisasi memiliki visi dan misi, begitu juga organisasi PMKRI yang mempunyai visi dan misi yang berbeda dengan organisasi lain, tetapi mempunyai tujuan yang sama. Seperti yang di kemukakan oleh senior PMKRI angkatan 1995:
“ setiap organisasi mempunyai visi dan misi, organisasi ini juga punya yang jelas berbeda dengan organsasi lian,kalau kita mempunyai visi misi yang sama, kenapa kita harus mendirikan organisasi ini. Kita mendirikan organisasi ini karena kita mempunyai visi misi yang berbeda.”
Gerakan yang dilakukan oleh mahasiswa katolik untuk memperjuangkan perdamaian menggunakan aksi yang berbeda-beda. Masing-masing angkatan mempunyai cara untuk memperjuangkannya. Gerakan yang dilakukan ada yang fase 5 tahunan mengenai era politik atau kemerdekaan, fase 25 tahunan mengenai pergantian politik. Dalam organisasi ini model gerakan yang dilakukan untuk memperjuangkan tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yaitu yang mana dulu gerakan itu diidentikkan dengan melakukan aksi-aksi demo. Tetapi saai ini mereka banyak yang melakukannya dengan cara melalui kegiatan seminar, diskusi dll. Seperti yang di kemukakan oleh senior PMKRI angkatan 1995:
“gerakan yang di lakukan oleh setian angkatan berbeda-beda, seperti pada saat angktan saya itu tidak sama dengan angkatan sebelumnya. Gerakan yang di lakukan ada yang fase 5 tahna dan ada fase yang 25 tahunan. Semua tergantung pada angkatannya”
Isu-isu yang di kembangkan dalam organisasi ini adalah mengenai demokrasi dan cara memperjuangkannya, tetapi pada tahun ini yang di kembangkan mehasiswa kebanyakan sesuia dengan agama.
Pola rekruitmen anggota dalam organisasi ini bersifta terbuka utau umum. Keanggotaan tidak harus berasal dari katolik, tetapi non katolik juga bisa masuk dalam organisasi tersebut. Dalam pemilihan kepengurusan, organisasi PMKRI terdapat system penyaringannya. Pola yang di lukukan ada yang vertical dan horizontal. Pola vertikan mengenai mengepos dengan pemerintah dengan pola dan gerakan yang di sepakati untuk isu-isu perdamaian dengan yang mempunyai visi yang sama. Sedangkan pola yang horizontal mengenai konsep-konsep kaderisasi, mengenai system pola rapatnya dalam organisasi tersebut. Reflektif:
- Visi dan misi PMKRI
- Bentuk gerakan yang dilakukan PMKRI
- Isu-isu yang dikembangkan PMKRI
- Pola rekrutmen anggota PMKRI

Tidak ada komentar:
Posting Komentar